Skip to main content

Berdamai dengan Diri, Cara Terbaik Mengatasi Konflik

pic: womanatwork.in
Besarnya animo manusia untuk segera menikmati liburan akhir tahun, mencari hiburan cukup menggambarkan betapa pekerjaan, rutinitas, konflik membuat batin penat. Mungkin diantara kita meninggalkan jejak sentimen, pertentangan, dan kebencian di tempat kerja, pada atasan atau bawahan. Akhirnya kita tidak lagi merasa bahagia di sana. Bahkan hari pertama liburan masih saja teringat wajah-wajah orang yang berkonflik dengan Anda.

Coba renungkan kembali, mengapa konflik itu muncul? Ingat kembali pengalaman Anda... 

Konflik hanya akan terjadi ketika ada dua atau lebih pihak berbeda pendapat dan gagal menemukan titik kompromi atau win-win solution. Tidak ada yang mengalah dan semua menganggap dirinya benar.

Ya, merasa benar adalah akar dari segala konflik. Di dalam merasa benar, jelas ada pihak yang dirasa salah, sebagai sebuah dikotomi. Dua pihak berdebat dan sama-sama merasa paling benar, saling memaksakan pihak lawan untuk menerima perasaan benarnya, bagaikan membenturkan dua batu yang pada akhirnya retak atau pecah keduanya. Inilah manifestasi ego yang menjauhkan manusia dari menjadi bahagia.

Menyadari diri, rileks, dan tidak defensif disebut-sebut sebagai cara untuk menjauhkan diri dari konflik berkepanjangan yang berdampak negatif. Menyadari bahwa, saya adalah bagian kecil dari semesta yang hidup dalam tubuh dan pikiran yang terbatas, mampu menjadikan kita makhluk yang rendah hati. Kebenaran yang kita yakini, belum tentu benar bagi orang lain. Bahkan sampai kapanpun, tidak ada manusia yang mampu mencapai kebenaran sejati karena itu milik Sang Pencipta. Kebenaran atau lebih tepat, pembenaran yang kita anut hanya serpihan kecil dari kebenaran utuh yang tak terbatas.

Kedua, selalu berusaha rileks saat mendapati lawan bicara yang tidak setuju bahkan menentang keras pendapat Anda. Menarik nafas, menyadari peningkatan amarah dalam diri, dan kemudian mengendalikannya. Hanya dengan rileks, Anda akan menguasai diri dengan penuh, tidak impulsif, dan tidak gegabah. Anda bahkan mampu tampil dan mengambil keputusan lebih bijaksana. 

Ketiga, tidak difensif. Debat kusir, konflik berkepanjangan dipicu oleh sikap dan tindakan defensis. Ambisi ingin tampil lebih baik, membangun pembenaran dengan data untuk mengalahkan lawan bicara. Sesungguhnya sikap demikian tidak akan membawa kebahagiaan. Jika kebetulan Anda menang, yang Anda akan sombong, senang, sesaat, dan hilang. Jika sebaliknya, Anda akan menderita, sedih, merasa menjadi pecudang. Hal yang sama terjadi pada pihak lawan. Apapun hasilnya, sikap defensif akan membawa penderitaan pada saat satu pihak. Empati adalah kunci dari menghindarkan diri dari sikap defensif. Tidak ada yang benar, tidak ada yang salah. Di dalam benar ada salah, dan di dalam salah ada benar. Mendengar, memahami lawan bicara, tidak segera menilai benar-salah, akan meningkatkan kebijaksanaan diri sekaligus menurunkan kadar ego kita, berdamai dengan diri sendiri. 

Sadar diri, rileks dalam menghadapi masalah, dan tidak difensif pada akhirnya akan menjadi modal utama membangun sebuah persatuan (unity), kompromi, dan sinerji.

Semoga bermanfaat! 

Comments

Popular posts from this blog

Tombol Rahasia Dalam Meteran Prabayar PLN

Tombol Rahasia Dalam Meteran Prabayar PLN Bagi anda pengguna meteran PLN prabayar, perlu anda ketahui ternyata banyak kode rahasia yang tersimpan dalam program meteran tersebut dan kode ini jarang diketahui oleh umum. Perlu kita ketahui selain untuk mengisi pulsa listrik, ada banyak yang bisa kita lihat dengan menekan beberapa tombol tertentu pada mesin tersebut. Berikut beberapa tombol panas yang diprogram pada mesin PLN, kita simak selengkapnya: 1. 0 ENTER ==> Restart Meter (Jika ada gagal/periksa) 2. 3 ENTER ==> Untuk mengetahui Total KWH Listrik yang telah lalu. 3. 7 ENTER ==> Untuk mengetahui batas KWH. 3. 9 ENTER ==> Untuk mengetahui Daya yang digunakan. 4. 69 ENTER ==> Untuk mengetahui Counter Jumlah berapa kali mati. 5. 59 ENTER ==> Untuk mengetahui Jumlah KWH pengisian terakhir. 6. 54 ENTER ==> Untuk mengetahui kode token terakhir. 7. 47 ENTER ==> Untuk mengetahui Daya yang sedang dipakai. 8. 44 ENTER ==> Untuk mengetahui Ampere yang sedan...

6 Tips Berwirausaha Rumahan Agar Sukses

Wirausaha Rumahan adalah orang yang melakukan aktivitas dengan berani mengerahkan segala sumber daya upaya meliputi kepandaian mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dari rumahnya.  Saat ini beberapa karyawan dan yang lainnya mulai berpikir untuk memulai sebuah usaha atau bisnis. Dan kemudian memilih bisnis rumahan sebagai langkah awal dalam membangun bisnis. Melihat sebuah peluang bisnis merupakan modal dasar untuk memulai sebuah bisnis. N amun apa lagi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis rumahan agar sukses ? Berikut tipsnya : 1. Dukungan orang terdekat Sebuah dukungan mempunyai faktor penting dalam mencapai kesuksesan. Sebab dukungan dari orang – orang terdekat Anda dapat membuat Anda termotivasi untuk mencapai kesuksesan Anda dalam menjalankan bisnis. Dukungan seperti dari keluarga atau sahabat dapat m...

4 Cara Untuk Membangun Tim Sempurna

Apa hal nomor satu yang memisahkan perusahaan buruk dari perusahaan besar? Itu adalah tim. Sebuah tim yang hebat , yang selalu bergairah tentang ide bisnis. Jikan anda belum menemukannya, mari kita mencari tahu. Makanya banyak pengusaha yang gagal dalam mengembangkan bisnisnya karena timnya tidak dapat bekerja dengan baik. Dan ada yang sebagian wirausaha pemula merasa mampu membangun usahanya sendiri. Membangun tim bisnis yang hebat diharapkan agar kita saling membantu, saling mengisi, dan bekerja sama. Anda perlu rencana yang matang untuk memastikan bahwa semua orang dalam bisnis Anda bisa bekerja sama dengan sempurna untuk membawa ide besar Anda terus berkembang mencapai puncak keberhasilan.  Berikut adalah empat cara untuk memangun tim yang sempurna bagi perusahaan anda: Terbuka Untuk Bekerja Sama Dengan Siapa pun. Sebagian besar pengusaha merekrut teman-teman mereka karena itulah yang mereka rasa paling nyaman dalam bekerja. Namun, belum tentu benar kenyamanan t...